Pengertian Aqiqah dan Hikmahnya, Beserta Dalilnya

Call/WA +6285330483001 (H. Mas Andi) untuk info catering aqiqah Kediri profesional.

Bagi pasangan suami istri, memiliki anak merupakan sebuah anugerah dan amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Ketika seorang anak baru saja dilahirkan ke dunia, ia mempunyai hak-hak sehingga orang tua memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan pada sang anak seperti misalnya mentahnik bayi dengan kurma, memberikan nama yang baik, melakukan aqiqah, diberikan asupan ASI, memberi nafkah kepada sang anak, dan masih banyak lainnya. Aqiqah adalah salah satu hak anak baru setelah dilahirkan yang menjadi sunnah dan memiliki hikmah serta waktu pelaksanaannya sendiri. Pada kelahiran anak laki-laki disunnahkan untuk menyembelih 2 (dua) ekor kambing sedangkan untuk aqiqah anak perempuan adalah 1 (satu) ekor kambing.

Pengertian Akikah

Kata aqiqah berasal dari bahasa Arab yang artinya ialah meng-qurbankan hewan menurut syariat islam atau menyembelih kambing sebagai perwujudan rasa syukur terhadap Allah SWT atas bayi yang baru dilahirkan. Sedangkan menurut bahasa, arti dari aqiqah adalah memotong atau memisahkan.

Ada beberapa pengertian akikah secara istilah menurut pendapat para ulama yang telah kami kutip dengan beberapa editan tanpa mengurangi maknanya, diantaranya sebagai berikut:

  1. Menurut jumhur ulama, aqiqah diartikan sebagai menyembelih hewan yang dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran seorang anak laki-laki maupun perempuan.
  2. Menurut pendapat Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al-Husnaini, aqiqah ialah nama dari sesuatu yang disembelihkan pada saat hari ketujuh, yaitu hari ketika mencukur rambut kepalanya yang kemudian disebut aqiqah dan juga dengan menyebut sesuatu yang mempunyai kaitan dengan nama tersebut.
  3. Menurut Abdullah Nashih Ulwan, mengartikan bahwa aqiqah berarti menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran untuk anaknya.
  4. Menurut Sayyid Sabiq, aqiqah adalah hewan sembelihan yang sengaja disembelih untuk anak yang baru dilahirkan.
  5. Menurut Drs. R. Abdul Aziz yang terdapat dalam bukunya berjudul “Rumah Tangga Bahagia Sejahtera”, menyampaikan bahwa aqiqah ialah menyembelih kambing sebagai bentuk menyelamati bayi yang baru lahir serta sekaligus memberikannya untuk sedekah kepada fakir miskin.

Selain beberapa pendapat para ulama diatas, pengertian aqiqah juga dijelaskan Rasulullah dalam sabdanya di hadist shahih sebagai berikut:

“Dari Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah bersabda “Setiap anak bayi tergadaikan pada aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama.”

[Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Dari beberapa pengertian aqiqah diatas dapat dirangkum secara sederhana sebagai berikut:

Aqiqah ialah sebuah rangkaian kegiatan untuk merayakan kelahiran bayi atau anak dengan melakukan penyembelihan binatang pada hari ketujuh, untuk kemudian dagingnya disedekahkan kepada fakir miskin bersamaan mencukur rambut kepala serta memberikan nama yang baik pada anak.

Sehingga aqiqah meliputi tiga kegiatan yaitu:

  1. Menyembelih binatang aqiqah
  2. Mencukur rambut kepala anak
  3. Menamai (memberi nama) yang baik pada anak

Dalil Tentang Aqiqah

Beberapa dalil yang menjadi dasar syariat pelaksanaan aqiqah antara lain:

  1. Dari Samurah, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: “Setiap bayi tergadai pada aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu diberi nama dan dicukurlah rambutnya”. (HR. Turmudhi)

  2. Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW memerintahkan orang-orang agar menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki 2 (dua) ekor kambing dan untuk anak perempuan 1 (satu) ekor kambing. (HR. Turmudzi)

  3. Dari Salman Bin Amir Adh-Dhabi berkata: “Rasulullah SAW bersabda: Bersamaan dengan anak terdapat hak untuk diaqiqahi maka tumpahkanlah darah untuknya (dengan menyembelih binatang aqiqah) dan buanglah penyakit darinya (dengan mencukur rambut kepalanya). (HR. Abu Dawud)

  4. Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” (HR Abu Dawud – 2841)

Hikmah Aqiqah

Tentunya ibadah pelaksanaan aqiqah untuk anak yang baru lahir tidak akan diperintahkan tanpa adanya hikmah yang terdapat didalamnya. Beberapa hikmah dan manfaat yang terdapat dalam aqiqah yang terdapat dalam buku “Kiat Membina Anak Sholeh” karya Drs. Zaki Ahmad diantaranya:

  1. Agar anak terbebas dari ketergadaian.

  2. Bentuk pengungkapan rasa gembira orang tua demi tegaknya Islam serta terlahirnya keturunan yang memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW di kemudian hari.

  3. Sebagai pembelaan orang tua ketika di pertanggungjawaban pada hari kemudian.

  4. Bentuk pembayaran hutang dari orangtua kepada anak.

  5. Melepaskan sang anak dari godaan setan dalam berbagai urusan dunia dan akhirat.

  6. Sebagaimana pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk menghindarkan anak dari kehancuran dan musibah.

  7. Salah satu sumber jaminan sosial untuk menghapus kemiskinan di masyarakat.

  8. Menyambut kedatangan anak yang baru lahir dan sebagai salah satu cara memperkuat tali silaturahim di masyarakat sekitar.

Jasa Aqiqah Sesuai Syariat

Pelaksanaan aqiqah untuk putra putri kesayangan pasti akan dipersiapkan sebaik mungkin dan sesuai dengan syariat. Bagi para orang tua yang baru saja dikaruniai putra putri tidak perlu khawatir dan repot dalam melaksanakan aqiqah untuk sang buah hati karena saat ini sudah tersedia banyak jasa aqiqah sesuai dengan syariat Islam seperti yang ditawarkan oleh jasa aqiqah haji andi dengan nomor telp: 0853-3048-3001 Dengan memutuskan memesan jasa aqiqah haji andi maka anda akan mendapatkan komitmen kami dalam menjamin rasa masakan yang lezat serta berkualitas untuk pelaksanaan aqiqah agar memuaskan dan tidak mengecewakan.  Jasa Aqiqah Haji Andi memiliki beberapa harga paket aqiqah yang terjangkau dengan citarasa yang lezat, anda bisa melihat harga paket aqiqah di website www.aqiqahhajiandi.com dan dapatkan penawaran menarik untuk pelaksanaan aqiqah putra putri tercinta anda dari kami.

 

Baca juga: Perihal Apa Saja yang Penting Dalam Tasyakuran Aqiqah dan Kegunaan Doa Rabbi Habli Minash Sholihin dan Artinya

 

Mengenal Perbedaan Aqiqah dan Qurban Serta Dasar Hukumnya

Call/WA +6285330483001 (H. Mas Andi) untuk info Paket Aqiqah Kediri paling lezat.

Perbedaan pendapat mengenai aqiqah dan qurban sampai saat ini masih sangat menarik untuk dibahas. Sebab secara kasat mata baik qurban maupun aqiqah sama-sama merupakan ibadah menyembelih hewan. Selain itu, juga tidak ditentukan apa jenis kelamin hewan tersebut, jantan ataukan betina. Baik qurban maupun aqiqah sama-sama dihukumi sunnah muakad. Yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.  Jika kita menggali mengenai perbedaan aqiqah dan qurban maka harus tau poin-poin pentingnya terlebih dahulu. Keduanya dapat telaah mulai dari pengertian, tujuan, jenis hewan, waktu pelaksanaan, jumlah hewan, jumlah pelaksanaan yang danjurkan, teknis pemberian daging, wujudnya pemberian serta upan untuk penyembelih qurban dan aqiqah.

Pengertian Aqiqah dan Qurban

Pada materi pertama mari kita mengenal aqiqah dan qurban dari segi pengertian. Arti aqiqah secara bahasa berasal dari susunan kata aqqa – yauqqu – aqqan yang berarti memotong. Kata memotong dalam aqiqah dimaknai dengan prosesi yang beragam, di antaranya memotong hewan aqiqah dan memotong rambut bayi.  Sedangkan untuk menjelaskan definisi aqiqah menurut isitilah fiqih adalah menyembelih hewan dalam rangka mewujudkan rasa syukur kepada Allah atas kelahiran bayi. Yang prosesinya juga disertai dengan pemotongan rambut bayi dan pemberian nama.  Selanjutnya pengertian dari qurban. Secara bahasa qurban berasal dari susunan kata qaraba – yaqrabu – qurbanan waa wirbanan yang berarti dekat. Artinya bqrqurban memiliki makna mendekatkan diri kepada Allah yang salah satu caranya adalah dengan menyembelih hewan qurban. Sedangkan dalam istilah fiqih qurban diartikan sebagai prosesi penyembelihan hewan untuk mendekatkan diri kepada Allah yang dilakukan pada tanggal 10, 11, 12, 13 bulan Dzulhijjah. Dari sini sudah terperinci bahwa aqiqah dan qurban sangat berbeda, aqiqah untuk mensyukuri hari kelahiran sedangkan qurban sebagai saranan mendekatkan diri kepada Allah secara menyeluruh.

Dasar Hukum Qurban dan Aqiqah dan Arti Tasyakuran Aqiqah

Berbicara mengenai dasar hukum qurban dan aqiqah keduanya memiliki tujuan syariat yang berbeda. Dalil qurban dan aqiqah pun berbeda dalam al-Quran dan hadits. Ibadah qurban itu bercermin pada masa Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail yang kala itu masih belia. Allah menguji Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya sendiri. Disinilah cerita haru tersebut dimulai, dimana kesabaran, keteguhan, serta ketaatan yang memang harus benar-benar kuat.

Peristiwa ini telah diabadikan dalam al-Qur’an yang salah satunya ada pada Q.S as-Shafaat ayat 102 yang artinya:

“Maka tatkala telah sampai anak tersebut (telah baligh) dan berusaha bersamanya. Berkata (Ibrahim), “wahai anakku sungguh aku bermimpi dalam tidur sungguh aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” menjawab (Ismail), “wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan, Insya Allah engkau akan mendapatiku masuk dalam golongan orang-orang yang sabar”.

Hingga sampai proses penyembelihan Allah mengganti Nabi Ismail dengan domba putih besar yang langsung Allah turunkan dari surga.

Dalam ayat lain juga disebutkan yaitu:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka shalatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah”

Untuk dalil mengenai pelaksanaan aqiqah sendiri terdapat dalam hadits Nabi yang berbunyi:

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ وَقَالَ حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ وَقَتَادَةُ وَهِشَامٌ وَحَبِيبٌ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ عَاصِمٍ وَهِشَامٍ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ عَنْ الرَّبَابِ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَوَاهُ يَزِيدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ قَوْلَهُ وَقَالَ أَصْبَغُ أَخْبَرَنِي ابْنُ وَهْبٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ حَدَّثَنَا سَلْمَانُ بْنُ عَامِرٍ الضَّبِّيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى

Dari urutan sanad di atas didapati sebuah matan hadits yang berisi “Pada anak terdapat kewajiban untuk aqiqah, maka potongkanlah hewan hewan sebagai aqiqah dan buanglah keburukan darinya.” (HR. Bukhori. No 5049).

Sehingga memotong hewan dalam rangka syukur atas nikmat Allah dan agar sang anak terhindar dari keburukan adalah arti tasyakuran aqiqah.

Perbedaan Jumlah Dan Jenis Hewan yang Disembelih

Setelah anda mengetahui perbedaan aqiqah dan qurban maka jumlah hewan yang disembelih juga berbeda. Saat kurban satu kambing diperuntukkan untuk satu orang saja, boleh laki-laki atau perempuan. Sedangkan dalam aqiqah satu kambing untuk perempuan dan dua kambing untuk laki-laki. Selain itu, saat wurban boleh menggunakan kambing, unta, sapi, dan kerbau. Sedangkan aqiqah hanya boleh kambing atau domba saja. entah jantan ataupun betina tidak jadi masalah.

Waktu Pelaksanaan

Ditinjau dari waktu penyembelihan hewan baik aqiqah maupun kurban sudah sangat berbeda. Ibada qurban harus dilaksanakan tepat pada tanggal 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah. Yaitu hari raya idul Adha dan tiga hari setelahnya.  Sedangkan pelaksanaan aqiqah lebih baik dilaksanakan saat hari ketujuh kelahiran. Hal ini berpedoman pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Hakim, bahwa Rasulullah pernah beraqiqah untuk cucunya yaitu Hasan dan Husain pada hari ketujuh kelahirannya. Selain itu beliau juga memberi nama dan memerintahkan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya. Namun kembali lagi ke hukum aqiqah yaitu sunnah muakad, sehingga yang masih belum mampu melaksanakan aqiqah pada hari tersebut. Maka hukumnya boleh dilakukan di hari lain. Selain itu prosesi aqiqah sesuai sunnah juga harus memenuhi syarat dan rukun aqiqah tersebut. apabila salah satu syarat maupun rukun ada yang belum terpenuhi, maka aqiqah tidak sah.

Kenapa Harus Aqiqah?

Lalu setiap anak yang telah lahir kenapa harus aqiqah? Kenapa tidak cukup dengan tasyakuran seperti biasa tanpa harus menyembelih hewan aqiqah? Pada dasarnya selai sebagai wujud syukur, ada banyak hikmah yang bisa diambil dari ibadah tersebut, yaitu:

  • Anak adalah anugrah dalam keluarga, dengan beraqiqah maka Anda telah berusaha mewujudkan rasa syukur kepada Allah. Selain itu, ada harapan pula bahwa anak yang telah lahir tersebut menjadi penerus yang shaleh dan shalehah.
  • Orang yang melaksanakan aqiqah maka telah berusaha meneladani sikap dan sifat nabi
  • Pada saat aqiqah mengajarkan untuk berbagi kepada sesama. Ditambah lagi mengajak orang berkumpul dalam kebaikan juga bentuk usaha untuk mempererat tali silaturahmi

Aqiqah dilaksanakan mulai dari memilih hewan, menyembelihnya, proses memasak hingga berbagi. Keempat proses tersebut memang melelahkan jika dilakukan sendirian. Namun sekarang anda tidak perlu khawatir lagi, sebab telah tersedia jasa layanan aqiqah yang siap membantu.

Prosesi Aqiqah Sesuai Sunnah

Jasa Aqiqah Haji Andi siap menjadi mitra profesional untuk mewujudkan prosesi aqiqah yang berkesan. Layanan jasa yang satu ini telah berdiri sejak tahun 1994 dan sampai sekarang tidak pernah mengecewakan setiap pelanggannya. Layanan aqiqah termurah di Kediri dan sekitarnya. Banyak paket yang bisa dipilih sesuai dengan budget anda. Untuk konsultasi dan pemesanan bisa hubungi CS di nomor ini 085330483001.

 

Baca juga: Kumpulan Contoh Doa Aqiqah dan Doa Walimatul Aqiqah dan Jasa Layanan Aqiqah Kediri Terdekat Profesional